Rabu, 08 Oktober 2014

A touching Advertisement

Keberadaan iklan terkadang dianggap penonton tak penting, terutama di indonesia. Banyak dan tak jarang penonton rela asyik mengganti channel tv untuk menunggu tontonannya walau hanya sekilas lihat saja. Alasannya? Daripada nungguin iklan yang panjang, mending lihat yang lain. Alasan itu nggak seluruhnya salah, karena iklan di Indonesia memang menganut 100% pure kommersial saja.  Para sponsor iklan tidak mau mengiklankan produknya panjang lebar. Singkat padat dan tepat, tujuannya tak lain untuk mencegah biaya yang bengkak nantinya. Padahal, iklan yang singkat itu membuat efek negatif bagi produk mereka sendiri, yaitu makna iklan tak tersampaikan sehingga masyarakat mudah lupa akan produk tersebut. Hal tersebut yang membuat dunia periklanan di Indonesia terkesan asal jadi.

Terkadang memang muncul iklan layanan masyarakat di siaran tivi negeri ini, namun itupun ada masanya. Misalnya pas mau pemilu atau hari-hari nasional, bukan rutin tayang macam tahun 90-an dulu. Penanyangan iklan masyarakat yang ada waktunya itu membuat iklan ini hanya sebagai formalitas dan ala kadarnya.

Biaya produksi iklan mahal karena penggunaan durasi yang panjang, tentu akan terbayarkan apabila dapat menarik minat  masyarakat. Sehingga, satu-satunya cara untuk mencapai itu yaitu membuat iklan yang berbobot. Kekurangan iklan indonesia adalah kurangnya penanaman nilai kehidupan di dalamnya. Karena para sponsor menganggap iklan yang terdramatisasi itu justru membosankan. Padahal,kalau para sponsor di Indonesia mau belajar dari iklan luar negeri, tentu bisa memperbaiki karakteristik periklanan di negeri kita ini.

LullabiesLullaby merilis 10 iklan luar negeri yang dinilai berbobot, ingat ini versi LullabieLulaby. check this out.. 

1. Glenn dan Mr. Kumar "Ministry of Education Singapore" -- Singapore 
Iklan layanan masyarakat dari Ministry of Education Singapore ini berisikan cerita yang banyak terjadi di masyarakat. Bukan seperti iklan persuasif to the point yang ada di Indonesia, iklan ini dinilai lebih nyata dan penuh drama di dalamnya sehingga dapat menimbulkan motivasi tersindiri bagi penontonnya, karena tokoh-tokoh dalam iklan ini nyata dan kisah ini pun berdasarkan kisah nyata. Iklan yang bersifat persuasif terkadang bahkan cenderung membosankan bagi penonton karena berisi informasi yang sudah umum diketahui.


2. Ayah dan Anak Perempuannya "Extra Gum" -- Amerika Utara dan Eropa
Iklan komersial ini simple tapi memiliki makna yang dalam. Tema yang diangkat pun tidak muluk-muluk, dan terjadi di kehidupan nyata. 



3. Lelaki Murah Hati "Thai Life Insurance" -- Thailand
Iklan asuransi jiwa ini tidak seperti iklan asuransi di Indonesia, yang isinya mutlak menjelaskan tentang kelebihan yang dimiliki perusahaan asuransinya ataupun terkadang juga menjelekkan asuransi lainnya. Iklan ini menceritakan hal yang secara eksplisit tidak ada kaitannya dengan asuransi namun dapat meninggalkan bekas yang dalam bagi penontonnya. Hal ini jauh lebih memiliki efek yang nyata bagi penonton.



4. Pak Tua dan Pesawat "Air Deccan" -- India
Iklan maskapai india ini bermula dari kisah pak tua yang mendapat tiket pesawat dari anaknya. Hal ini mengingatkannya pada kecintaan anaknya terhadap pesawat. Walaupun, secara implisit iklan ini menggambarkan pelayanan maskapai yang ramah dan siap melayani para penumpang, namun iklan ini tidak sepenuhnya menceritakan kelebihan maskapai ini. Hal itu, patut dicontoh maskapai di negeri ini.



5. Orang tua dan Anak Lelakinya "Bernas" -- Malaysia
Iklan yang dibuat dalam rangka memperingati Tahun Baru China ini dibuat oleh perusahaan PadiBeras Nasional Berhad (disebut juga BERNAS). Iklan ini menceritakan tentang kegundahan orangtua ibu melihat perubahan sikap anak lelakinya yang tengah memasuki masa remaja.





6. Pak Tua, Anak Lelakinya, dan Kupu-Kupu "Cosmote" -- Romania
Iklan ini disadur dari film "What is that?" karya Konstantinos N. Pilavios. Iklan ini menceritakan tentang kekesalah anak lelaki terhadap ayahnya yang berulang kali menanyakan hal yang sama.



7. Anak kecil dan Lukisan Hitam "Japan Adv. Council" -- Jepang
Iklan ini menceritakan tentang anak kecil yang selalu menggambar kertas hitam di setiap gambarannya. Iklan ini mengajarkan orang tua untuk selalu menggunakan imajinasinya dalam mendorong anaknya.



8. Anak-anak dan Harapan "Turkish Airlines" -- Turki
Iklan ini menceritakan harapan anak-anak yang menginginkan pesawat mendarat di daerah itu. Anak-anak tersebut sempat putus asa, namun akhirnya membuahkan hasil. Pelajaran yang dapat diambil, bahwa penonton harus tetap percaya kepada keyakinannya dalam melakukan segala sesuatu.



9. Keberanian Seorang Ibu "TC Bank" -- Taiwan
Iklan ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu warganegara Taiwan, yang ingin menjumpai anaknya di luar negeri. Iklan ini dibuat berdasarkan kisah nyata.


10. Pengemis buta dan Remaja Lelaki "Hyundai" -- Philipina
Iklan ini mengisahkan seorang remaja yang menolong pengemis buta dengan mengganti petunjuk di sampingnya. Iklan ini mengajarkan kepada penonton dengan mengubah kata, dunia juga dapat berubah.


"Suatu iklan yang sukses bukan dinilai dari seberapa banyaknya iklan itu ditayangkan, tapi seberapa lama penonton dapat mengingat iklan tersebut"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar